Rss

Sabtu, 03 Maret 2012

Nikmatnya Gadis 12 Tahun

Lia adalah yang tergolong imut dan manis untuk gadis seusianya. Entah kenapa, aku ingin sekali bersetubuh dengan Lia, aku ingin menikmati rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ahhh.. nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu. Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya agar keperawanan Lia bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tidak terasa, selesailah film panas yang sedang kami tonton. Suara Lia akhirnya memecahkan keheningan.

Oom, tuh tititnya berdiri lagi. kata Lia sambil menunjuk ke arah batang kemaluanku yang memang sedang tegang.Iya nih Lia, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya? jawabku santai.Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Lia ada beberapa pertanyaan buat Oom nih. Lia sepertinya ingin menanyakan sesuatu.Pertanyaannya apa? tanyaku.Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Lia ngga ngerti? tanya Lia.Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa Lia juga melakukan hal itu ke mama kan? jawabku menerangkan.Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama. Lia membenarkan jawabanku.Itulah seninya olahraga beginian Lia, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa. kataku memberi penjelasan ke Lia.Lia sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu? tanya Lia lagi.

Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa. jelasku.Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.Lia harus tahu, jika Lia melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan enak. tambahku.Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Lia lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis. Lia yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Lia juga masih lama pulangnya, kalo Lia memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana? aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Lia, pastilah luar biasa.

Ayolah! Lia mengiyakan.Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Lia sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Lia. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Lia merasakan apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis belia berumur 12 tahun. Lia hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yang tidak aneh lagi bagi Lia.


Kusuruh Lia untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Lia protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Lia telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Lia mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Lia melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Lia tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Lia yang baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Lia sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang kubayangkan, puting susu Lia yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Payudara Lia memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Lia coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Lia menyadarinya. Lalu Lia melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Lia masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai. Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Lia berbicara.Oke, sekarang dimulai yaaa?Kuberi tanda ke Lia supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Lia untuk menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Lia memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yang penting bagiku, aku merasakan liang perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Lia hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.Setelah puas aku menciuminya, Lia, boleh ngga Oom netek ke Lia? tanyaku meminta.Tapi Oom, tetek Lia kan belon sebesar seperti punya mama. kata Lia sedikit protes.Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini malahan lebih enak. kilahku meyakinkan Lia.Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja. jawab Lia akhirnya memperbolehkan.Dijamin deh ngga sakit, malahan Lia akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara. jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Lia yang kiri, Lia merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Lia mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Lia melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Lia keenakan.Lia terus merancau keenakan, aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Lia sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

Lia, kocok dong tititnya Oom Agus. aku meminta Lia untuk mengocok batang kemaluanku.Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan. Aku memakluminya, karena Lia masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Lia tersebut, maka kuminta Lia untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Lia untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Lia langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Lia yang merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Lia yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Lia dengan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yang sangat erotis. Meram melek kulihat mata Lia menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.Oom, enak banget sih, Lia senang sekali, terussinnn pinta Lia.Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Lia, dan Lia semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Lia hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.Oommm ssshhh Lia mau pipis nich..Lia merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.Tahan dikit Lia tahan yaaa sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya.Udah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.

Lia ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Lia.Oohhh Oom Agus Lia merasa lemes dan enak sekali apa sih yang barusan Lia alami, Oom? tanya Lia antara sadar dan tidak.Itulah puncaknya Lia.., Lia telah mencapainya, pingin lagi ngga? tanyaku.Iya.. iya.. pingin Oom jawabnya langsung.Aku merasakan kalau Lia ingin merasakannya lagi. Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Lia untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin Lia dalam keadaan segar bugar.

Tidak berapa lama, Lia kulihat telah kembali fit.Lia tadi Lia sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Lia ingin mencapainya lagi kan..? bujukku.Iya Oom, mau dong Lia mengiyakan sambil manggut-manggut.Ini nanti bukan puncak Lia saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia kataku lagi menjelaskan.Final? Lia mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia akan merasakan sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi. akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. gede banget gitu Lia sambil menunjuk lubang nikmatnya.Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..? pintaku lagi.Iya deh Oom Lia secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Lia merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Lia mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.BlusssLia menjerit cukup keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?Udah sayang tahan ya kataku sambil mengelus-ngelus rambut Lia.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Lia ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Lia pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Lia yang ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Lia pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Lia aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Lia sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Lia. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yang di atas dan Lia yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di bawah dan Lia yang di atas. Lia seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Lia.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Lia di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku. Aku menegang hebat.Crruttt crrutttCairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Lia, sedangkan Lia sudah merasakan kelelahan yang amat sangat. Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Lia. Lia kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Lia langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Keesokan harinya, Lia mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tidak tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Lia, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.

Tamat
»»  READMORE...

Si Andi

Si Andi kecil melihat mobil papanya lewat di depan sekolah dan parkir di dekat semak belukar.
Karena rasa ingin tahu yang besar, Andi kecil mengendap-endap mendekati mobil papanya dan melihat papanya dan Tante Nancy saling berpelukan di balik semak-semak.
Andi terus menikmati pertunjukkan itu sampai selesai.

Dan ia merasa sangat tegang dan tidak sabar untuk menceritakan pengalamannya pada sang Mama.
Pulang sekolah, Andi langsung mencari Mamanya di dapur dan dengan sangat antusias mengatakan, "Ma.. tadi Andi lihat Papa dan Tante Nancy dekat semak-semak di depan sekolah.
Andi pergi ke sana dan lihat Papa ciumin bibir Tante Nancy dan ngebuka bajunya Tante Nancy trus Tante Nancy juga ngebukain celananya Papa, trus Tante Nancy......"
Pada saat tersebut sang Mama langsung memotong pembicaraan dan mengatakan, "Nak, simpan dulu ceritamu ya! Mama mau denger lagi nanti saat makan malam. Kita pengen lihat khan gimana wajah Papa waktu dengerin cerita kamu ??"
Dan si Andi kecil-pun setuju.
Pada saat makan malam si Andi kecil mulai bercerita lagi dari awal..

"Tadi Andi lihat Papa dan Tante Nancy dekat semak-semak di depansekolah. Andi pergi ke sana dan lihat papa ciumin bibir Tante Nancy,dan ngebuka bajunya Tante Nancy. Trus Tante Nancy juga ngebuka'in celananya Papa, trus Tante Nancy dan Papa mulai melakukan hal yg pernah dilakukan Mama sm Om Rico wkt Papa ke luar negeri itu lho.."

Mama& Papa: "?#$%?&?@?*??#??!!!!"...

(Makanya Ma.. kalo orang lain cerita, dengerin dl smp sls... X_X )
»»  READMORE...

Bayi VS Gajah

ANAK : Mama... kok perut mama gendut... isinya apa sih ma?..
MAMA : perut Mama isinya bayi, sayaaang... calon adekmu.....
ANAK : lha Klo perutnya papa kok gendut isinya apa ma.....
MAMA : oh.... klo perut Papamu isinya gajah nak.....
ANAK : kok gajah ma?....
MAMA : iya... liat aja ntar klo mandi bareng ma papa... di bawah perut papa ada belalainya
            yang besar dan panjang.... karena di dalam perut dah gak muat.....
            belalainya bisa nyemprot lagi.....
ANAK : ??

»»  READMORE...

Tebak-Tebakn Touris

Pada suatu hari ada tiga turis cewek yang hendak keluar dari hotel dengan memakai bikini super sexy. Kemudian di loby hotel mereka bertemu dengan seorang office boy. Kemudian iseng2 turis 1 ngajak tebak-tebakan dengan kedua temannya...
TURIS 1: eh temen-temen, coba tebak apa yang ada di dalam celana office boy itu....
TURIS 2 : klo menurutku sih daging....
TURIS 3 : Gak bisa.... pasti isinya otot atau urat...
Turis 1 : Kalian semua ngawur... pasti tuh isinya tulang..... kita buktiin deh....

kemudian ketiga turis tadi mendekati office boy....
TURIS 1 : Mas... boleh gak kita buktiin apa yang ada di dalam celana mas... ntar gwe kasih 100
                ribu...
OB      : Oke... siapa takut....

Lalu ktiga turis tadi melakukan undian siapa dulu yang berhak membuktikan. Setelah diundi ternyata yang berhak duluan adalah Turis 2, kemudian Turis 3, dan Turis 1...

Segera Turis 2 merogoh celana OB... kemudian dia bilang " Tuh, kan daging... empuk gini.....
Giliran Turis 3 Merogoh, kemudian bilang "Ah.. ini mah Otot, kenyal-kenyal kayak gini....
Giliran Turis 1 merogoh "bego kalian berdua ya ini tulang.... orang keras banget kok.......

OB sambel merem2 keenakan.... tiap hari donk dibuat tebak2an gini.....
»»  READMORE...

Kue

Ada seorang anak kecil sedang berjalan berdua dengan ayahnya ditaman kemudian mereka melihat pasangan muda mudi sedang kimpoi.
kemudian anak itu bertanya " ayah sedang apa mereka ?"...
Ayahnya pun kaget dan spontan menjawab "hmm.. Mereka sedang membuat kue".
Keesokan harinya mereka berdua kekebun binatang dan
anak itu pun melihat kuda sedang kimpoi.
Anak itu pun bertanya lagi. " ayah sedang apa mereka ?"..
Ayahnya pun menjawab sama" ohh.. mereka sedang membuat kue juga "
dan suatu ketika ayahnya bertanya kepada anaknya " sayang, apa kamu tau ibumu ada dimana ?" ..
Anaknya pun dgn polos menjawab " oh.. Ibu ada dikandang kuda sedang membuat kue ".
»»  READMORE...

Pelajaran Biologi

Guru    : anak2... hari ini kita akan belajar tentang proses perkembang biakan makhluk hidup
Murid   : hooorrreeeeeeeee......
Guru    : coba Budi, ayam berkembang biak dengan cara apa?
Budi     : Bertelur, pak......
Guru    : pinter...... Kalau kamu Mirna, bagaimana manusia bisa berkembang biak?
Mirna   : Dengan melahirkan pak, setelah ada pembuahan sel sperma dengan sel telur
Paijo    : Salah itu pak.....
Guru    : kok bisa Jo... lalu dengan cara apa?
Paijo    : Dengan cara STEK pak... yaitu dengan menanam batang ke dalam lubang terus disirami...
Guru    : Contohnya gimana Jo....
Paijo    : Iya lah pak... waktu dulu kita nginep di rumah bapak, pada tengah malam saya pernah
              denger istri bapak bilang "ayo pak cepet tancepin batang bapak" kemudian setelah
              batang bapak dimasukin gak lama kemudian istri bapak bilang "ayo cepet siram yang
              banyak pak"...... eh setelah 9 bulan anak bapak lahir...........
Guru    : &%^(*&$%*@$.....
»»  READMORE...

Kamis, 01 Maret 2012

Malam Pertama

Sebelum malam pertama si Istri bingung karna dia sudah crita kalau dia masih perawan, akhirnya dia minta kpd pembokatnya utk membelikan tinta warna merah aja
istri pengantin = Nem tolong beliin tinta merah ya... ssst jangan kasi tuan ya???

INEM = Baik Non di jamin (sambil senyum2)
tibalah saat di tunggu.. setelah indehoy pas malam pertamanya akhrinya .....
Suami =Mah boleh papi nyalain lampunya yah..mau liat darah perawannya...
Istri =Ih papi ngk percaya banget... ya udah nyalain aja...
setelah di nyalain si suami kaget bukan kepalang melihat seprainya...
Suami =Mah kok warnanya Ijo di seprai ??
istri = (bingung karna ngk ngecek warna tintanya sblm di pakai, tp dengan santai sang istri menjawab ).. punya papi sih kepanjangan.. empedu mami pecah juga.. jd ijo deh
»»  READMORE...

BAYAR ATAU ML

Seorang suami mengadu kepada dokternya, bahwa sang istri tidak mau ML dengannya sejak tujuh bulan lalu.
Akhirnya, sang istri dipanggil untuk berkonsultasi dengan dokter. Lalu dokter menanyakan masalah apa yang sedang ia hadapi.
Dengan lesu, istri itu menjawab :

“Dokter sudah tahu, bahwa kehidupan ekonomi kami morat-marit. Setiap hari, saya harus bangun pagi dan berangkat ke kantor dengan memakai taksi. Ketika saya katakan bahwa saya tidak punya uang, sopir taksi itu mengancam, ‘Pilih: mau bayar atau  ML ?’ Saya terpaksa pilih  ‘ ML ’. ”

“Walau sudah naik taksi, saya tetap sering terlambat masuk kerja, sehingga bos mengancam, ‘Pilih: mau di-PHK atau  ML ? Sekali lagi saya terpaksa pilih  ‘ML’. ”

“Pulang kerja, saya naik taksi berhubung bis selalu penuh. Saya tidak bisa membayarnya dan naik taksi yg lain, lagi-lagi sopir taksi mengancam saya, ‘Pilih: mau bayar atau ML ?’ ”

“Saya terpaksa melakukan hal yang sama. Nah, sekarang dokter sudah tahu masalah saya. Saya sudah terlampau letih untuk melakukannya lagi bersama suami saya di malam hari.”

Dokter menyahut : “Oke, saya mengerti masalah Anda. Tinggal pilih: saya laporkan kepada suami Anda atau .........ML ?”!!.

Istri  : &$?.?*V$#$”??
»»  READMORE...

Istri Selingkuh

 Agus pulang pagi dari kerjanya dan mendengar bunyi aneh dari kamarnya.
 Ia lari keatas dan menemukan istrinya telanjang di kasur, berkeringat dan terengah-engah.

“Ada apa?” tanya Agus. “Aku terkena serangan jantung,” teriak istrinya.

Ia lari kebawah untuk menelepon, persis ketika ia mulai memencet nomor, Reza anaknya yang berumur 4 tahun datang dan berkata, “Papa! Papa! Om Sol bersembunyi di lemari dan dia nggak pake baju.”

Agus membanting telepon dan berlari keatas melewati isrinya yang berteriak-teriak, dan membuka pintu lemari.
Dan disana memang benar, saudaranya bersembunyi, telanjang bulat dan ketakutan disudut lemari.

 “Tak berperasaan,” teriak Agus dengan suara melengking hingga 7 oktaf.
“Istriku kena serangan jantung dan kamu malah lari telanjang nakutin anak kecil!”
»»  READMORE...

Gara2 dihukum

Waktu masi skola, aku skola di satu skolah yang berada di komplex perumahan. Aku juga heran kok yayasan skolahku bisa dapet ijin membangun skolah dikomplex perumahan bgitu, padahal setau aku ketika akan dibangun warga setempat protes keras atas pembangunan itu. Mungkin pihak yayasan duitnya kuat dan mental pejabat pemberi jin membangun bgitu bobroknya sehingga semua bisa dibeli dengan uang, skolah itu tetep dibangun dan sudah berjalan sekian taun. Seperti biasa warga slalu dikalahkan oleh negara, dalam arti bgitu ijin diberikan ya warga tidak punya kekuatan apa2 untuk protes. Memang si keberadaan skola itu sangat mengganggu aktivitas warga setempat, Pada saat jam masuk dan jam pulang, jalan sempit didepan skolah slalu penuh dengan mobil antar jem[ut sehingga warga pada saat itu sulit keluar atau menuju kerumahnya sendiri. Tapi ya biarlah, itu bukan urusanku, yang penting aku diskolahkan disitu dan belajar disitu. skolahku itu berada diastu jalan buntu, sepanjang jalan itu ada 7 rumah yang berhadapan dengan skolahku. Ada rumah yang besar banget, kayanya tanahnya merupakan 2 kapling yang dijadikan satu dan rumah yang standard. Yang besar bertingkat sedang yang biasa ada yang bertingkat ada yang tidak. Warga sudah menyesuaikan diri dengan kesibukan sekolah sehingga pada saat aku datang dan pulang sekolah tidak terlihat warga setempat yang berkeliaran kecuali para prt dan satpam.  Persis didepan lapangan olahraga skolah ada satu rumah bertingkat, aku perhatiin setiap ada jam olahraga dibalkon atas ada seorang bapak2 yang duduk dan mengamati kami yang sedang berolah raga. Aku dan kawan2ku suka ngerumpiin kalo si bapak lagi memperhatiin bodi mulus abg, yaitu kami2 yang sedang terbungkus pakean olahraga yang berupa celana pendek dan baju kaus. Ya biar aja, paling tu bapak nepsong ndiri karena memperhatiin kami olahraga. Orangnya si keren juga, tapi dati jauh liatnya lo. Aku heran kok si bapak pada jam kerja berada dirumah, apa gak kerja dianya, tajir amir gak perlu kerja kaya gitu. Aku suka iseng kasi dadah ma si bapak, dia membalas dadahanku sambil tersenyum. temen2ku bilang aku genit, biar aja, aku iseng ja mo gangguin si bapak.

Sampe satu hari sabtu, aku tetep skola di hari sabtu padahal beberapa skola dah mulai meliburkan muridnya dihari sabtu. Aku melakukan kesalahan yang dianggap cukup berat sehingga masalhku dibawa guruku ke kepsek. Oleh kepsek aku dihukum membersihkan kelasku ndiri setelah aktivitas belajar selesai. Jadilah aku di sabtu siang harus tetep berada di kelas sementara temen2ku langsung pulang dan mulai acara weekend mereka. Sial banget aku, ya udah kukerjakan hukumanku secepat mungkin, aku sapu kelas, lap semua bangu, bersihkan papan tulis dah terakhir aku pel ruang kelasku, baiknya penjaga sekolah menyediakan semua peralatan untuk membersihkan kelas. Sejam kali aku membersihkan kelas itu sampe selesai. Selesai hukuman aku melapor ke guruku dan dia meninspeksi kelas sambil memberi aku nasihat agar tidak mengulangi kesalahanku itu. aku hanya mengiyakan. Aku keluar sekolah dah sepi. Biasanya aku nebeng temenku pulang karena jalan yang dia lalui lewat rumah omku dimana aku tinggal. Apa boleh buat, dengan lagkah gontai sku jalan meninggalkan sekolah. Didepan rumah si bapak aku mendongak memandang kearah balkon dimana biasanya si bapak menikmati tubuh kami yang masi abege banget. Surprise, ternyata si bapak ada disitu sambil melambaikan tangannya, aku bales lambaiannya. "Tunggu", teriaknya dari balkon rumahnya. aku nggangguk, dan dia menghilang dari balkon. Gak lama kemudian si bapak membuka pintu pagernya, memang tenyata keren orangnya, suka banget aku melihatnya. Dia hanya mengenakan celana pendek gombrang dan kaus tanpa lengan, terlihat lengannya yang keker berotot. Bodinya tegap atletis, umurnya sekitar 40an kukira. dia senyum memandangku. matanya berbinar2 memandangku yang masi memakai sragam skolahku. Aku kringeten karena abis membersihkan kelas. "Tumben gini ari baru pulang, mampir yuk". Aku ragu memenuhi ajakannya atau enggak. "Inez dihukum om". "O namanya Inez toh, dipanggilnya Iin boleh gak". "Ya bole aja om". "Ya udah, mampir dulu lah, tu kringeten gitu, makan minum dulu ditempat om, lagian pulangnya jalan ya. Ntar om anterin deh". "Om baek amir si". "Kok amir, nama om bukan amir". "Iya om amir ngegantiin amat yang lagi tugas jaga", jawabku sambil tertawa. "Bisa aja kamu, ayulah mampir".

Dia memegang tanganku dan menarik aku masuk kerumahnya. Maksa banget deh, tapi aku suka tu diperlakukan kaya gitu, aku mrasa dia perhatian banget. Maklum abege kan seneng banget kalo diperhatiin ma lelaki dewasa macem si om. "Gak enak ma tante om". "Om tinggal ndirian kok dirumah ini". "Kok?" "Ya gak pake kok, kok nya lagi dipake badminton", gantian dia menggoda aku. Aku tertawa aja. Dia mengajak aku masuk rumahnya. rumahnya termasuk yang besar walaupun hanya 1 kapling. Ruang tamunya besar, menyatu dengan ruang makan dan ruang keluarga. Ada tv plasma 42inch disertai seperangkat audio system. Aku melongok ke ruang disebelah ruang makan, rupanya itu dapurnya, minimalis tapi lengkap dengan lemari es, microwave oven dan oven gas 2 pit dan peralatan elektronik laennya seperti rice cooker, dispenser aqua, blender dan macem2 yang laen.  "Duduk deh, aku siapin makanan buat kamu", katanya menyruh aku duduk dimeja makan. "Inez kringeten gini om". "Mo mandi dulu apa". "Inez gak bawa ganti tu". "Om pinjemin kaos om mau, tapi kegedean kali ya". Daripada badan lengket gak karuan, aku iyain ja tawarannya mandi dulu, nekat aja. Dia mengambilkan kaosnya yang gede banget buat aku, dan anduk. Dia menunjukkan kamar mandi yang menyatu dengan wc yang ada disitu. Aku segera masuk, melepaskan semua yang menempel dibadanku, dan segera menyalakan shower. Seger banget kringeten gitu dibanjur air dingin. aku senaja kremas sekali karena lengket banget seluruh badanku dari ujung rambut sampe ujung kaki. Bayangin ja siang gitu disuru membersihkan kelas, mana panas lagi, acnya dah dimatiin karena jam pelajaran dah usai.

Karena mandinya lengkap jadi cukup lama aku berada di kamar mandi, selesai mandi aku melap seluruh badan dan rambutku dengan anduk yang diberikan. Wah dalemanku juga basah karena kringet, aku nekat aja gak pake daleman lagi. daripada lengekt lagi pake daleman yang basah karena kringet gitu. Paling si om nepsong liat aku gak pake daleman, aku tertawa ja dalem hati. Rambutku basah, hanya aku rapikan dengan tangan. Aku keluar dari kamar mandi dengan menenteng pakean kotorku. "Wah seger tu, kramas juga toh, pantes lama air, om kira skalian bobo dikamar mandi". Dia tersenyum memandangku, matanya makin berbinar melihat penampilanku sehabis mandi. Baju kaosnya yang kegedean menjadi rok yang mini banget buat aku sehingga pahaku yang puti mulus bebas ditelusuri dengan matanya . "Ni baju kotornya masukin di kantong plastik. "wah dalemannya gak dipake lagi toh", katanya ketika dia liat aku memasukan juga dalemanku ke kantong plastik. "Mo pinjem dalemanku apa", dia tertawa, "Gak pake daleman kan jadi lebi adem kan". "Kok om tau di lebi adem, gak suka pake daleman juga toh kalo dirumah". Dia ngangguk. "Makan tuh, dah om sediain". Di meja makan dah tersedia nasi dengan 2 lauk dan air dingin. Seegra aku menikmati makanan yang disediain. "Om kok tinggal ndiri si, mangnya tantenya kemana". "Gak da tantenya kok". "Oh...", aku gak nanya lebi lanjut, terlalu private kali ya kalo aku nanya lebi jauh. "Trus gak da pembantu juga". "ada, seminggu dateng 2-3 kali untuk bebersih ruma dan nyetrika pakean. Om kan ndirian jadi ya dikit cuciannya". "Nyuci ndiri ya om". "Iya pake mesin cuci kan gampang". "Trus makannya". "beli aja, kalo pagi ya makan roti, sereal, mi instan ato apa aja yang ada". "Memangnya om gak kerja ya, kok suka ngeliatin Inez olahraga". "abis seksi banget si kamu". "Trus om gak kerja ya".

"Om kerja gak tiap ari, om partneran ma temen, dia yang jalanin bisnisnya, om hanya miting seminggu sekali atau kalo ada maslah dikantor, jadi sempet liatin Iin sexy lagi olah raga". "Kok Inez om panggil Iin si, om Sunda ya". "Pinter kamu, tepat skalee".  "Kan orang Sunda suka ngulang suku kata awal". "Gak apa kan om panggil Iin". "Ya gak apalah om, Inez gak masalah mo dipanggil pake nama apa juga". Makanan dah habis aku lahap, sementara dia hanya nemenin aku dimeja makan. "Kok om gak ikut makan si". "udah tadi". "abis ni makanannya om". "Ya beli makanan kan untuk dimakan, lagian itu sisa semalem". "wah Inez dikasi sisa ya". "Sori, abis kan mendadak taunya Iin blon makan, ntar sore deh ditraktir di resto, mau kan". "becanda kok om". "Tapi mau kan ntar nemenin om makan malem. Om ngantuk ni, mo tidur siang". Inez mo tidur juga, tu di kamar tamu, ato mo bareng om", dia senyum2 nakal. aku cuma senyum ja dan masuk kekamar tamu. Aku heran kok nekat banget aku ya, kalo aku diperkosa kan repot, tapi biarlah, aku lagi sebel ma cowokklu yang ngeduain aku, padahal aku sering berbagi kenikmatan ama dia, kurang apa lagi kan. Lagian aku dah lama gak ngrasain knikmatan sejak bubaran ma cowokku, kalo diperkosa ya oke aja lah. Aku call kerumah kasi alesan aku tidur dirumah teme, jadi gak usah ditunggu. Gak boong kan, memang lagi dirumah temen, yang ktemu barusan tapinya hihi.

Gak lama aku tiduran, kamar diketok. aku keluar, si om berdiri didepan kamar. "In, nanti sore kalo pergi kamu pake pakean apa ya, masak mo pake kaos om gini". "Ya gak da pakean lagi tu om, Inez dah call kerumah gak pulang, aneh kan kalo dadakan pulang". "Mangnya Iin tinggal ma siapa". "Ma om Inez, di... (aku nyebut jalan rumahku). "deket tu, cuma kalo pulang dulu masak mo pake baju kotor gitu. Gini deh, om beliin ja pakean buat kamu dulu ya, deket sini ada mall, pakean kamu ukuran brapa, trus daleman kamu ukurannya brapa. Kalo bra 34 ya". "Tau aja om". "Ya taulah, kamu montok gitu". Lihai juga si om, blon megang dah tau ukuran braku. "Iin mo ikut belinya, cuma ya  pake baju kaos om gitu gak enaklah ya". "Terserah om ja deh". "Ya udah kamu bobo ja lagi, om ke mal dulu ya". Dia pergi meninggalkan aku ndirian dirumah. Karna gak ngantuk ya aku nonton tv ja. Iseng aku liat deretan dvd yang ada disitu, wah ada dvd boke thailand neh, aku puter ja. waduh, horny banget liatnya, cewek abg thai lagi dientot ma cowok bule, mana kont0l tu bule gede banget lagi, panjang dan keras, kluar masuk di memek tu abege yang peret jadinya kemasukan kontol gede gitu. waktu di close up kliatan banet bibir mem3k tu abege ampe ikutan kedorong kluar masuk ngikutin kluarmasuknya kont0l si bule, ah uh mah jangan ditanya deh, itu kan serenade wajib bokep. aku horny banget ngeliatnya, aku milin2 pntilku ndiri dan ngegosok itilku. memekku dah basah banget jadinya. aku mulai ah uh karena ulahku ndiri, sampe aku gak sadar kalo si om dah balik lagi.

"Kok cepet om", sapaku malu sambil menurunkan kaosku yang kusingkap ketika ngilik itilku. "Lagi horny ya In, mangnya cowok kamu gak suka ngasi kamu nikmat". "Dah bubaran om". "wah jablay dong ya kamu. Ni bajunya". Dia memberikan kantong plastik yang ada merk department storenya. Aku segera mengeluarkan isinya sambil melirik si om, kayanya gak ngaruh tu dia ngeliat aku ngilik ndirian, jangan2 vip lagi, pantes tinggal ndirian, tantenya mabur kali karena gak pernah di colek2. Dia beliin aku celana 3/4 dan kemeja, gak da daleman. "Kok daleman gak dibeliin skalian om". "Kan biar adem gak pake daleman", jawabnya sambil tertawa. "Dicobain dulu, kalo kekecilan bisa dituker lagi kok". Aku masuk ke kamar dan mencoba pakean yang dibelikan si om, rada kegedean dikit tapi gak apa lah. aku keluar menujukkan pakean yang udah aku kenakan. "Kamu cantik banget deh In". "Om gombal ni". "bener, cantik, sexy lagi. Untung banget om ktemu kamu siang ini, pas kan". "Kegedean dikit, tapi gaka apa deh om, risi juga gak pake daleman". "Ya udah, ntar skalian makan kamu beli daleman sexy ja ya". Aku duduk disebelahnya disofa, harap2 cemas, dia mo ngapain aku ya. "Skarang mo nerusin nontonnya, ntar om bantu kilikin deh". Aku senyum mendengarnya, kayanya si dia gak vip. "Ih, tadi om liat Inez ya". "ya liat lah, ampe ah uh gak keruanan gitu, jablay banget kamu In. Kamu kumisan, trus tangan kamu juga buluan". "Mang napa om". "prempuan yang kumisan biasanya bulu bawahnya lebat". "mang tadi om liat?" "Gak kliatan jelas, ketutup jadi kamu". Wah mulai vulgar dia. "Mangnya napa kalo bulu bawahnya lebat". Dia mengelus tanganku. aku kaget, mrinding bulu romaku dielus tanganku. "Tu kan, baru dielus ja dah menggelinjang, prempuan buluan kan napsunya gede, ya kan In". "Trus om napsu ngeliat Inez tadi". "normal lah kalo om napsu". "Inez kira om vip". "vip?" "iya, very impotent person, makanya om tinggal ndirian". Kami tertawa bersama. "Mo nguji om vip pa enggak ya, yuk, om bersedia kok kamu uji. Palagi kamu kan dah lama gak digarukin kan, om mau kok garukin kamu". "om vulgar ih". "Kamu pengen kan, ah uh nya ja ampe seru gitu, ampe gak tau om dah balik". "om ah", aku bingung, antara mau dan malu.

dia langsung meraih kepalaku dan melumat bibirku dengan penuh nafsu. Aku meladeni ciumannya dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Aku dah gak mikir malu lagi, aku juga pengen dikelonin dia, dah lama banget gak kelonan ma cowokku soale. Hampir semenit kami yang penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangan dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah. Nafasku semakin memburu dan jantungku berdebar makin kencang, ketika tangan kanannya dengan bebasnya membuka kancing kemejaku dan meremas toketku sebelah kiri dengan ganas. “Uuuugggnnnnnnn…” desahku refleks begitu merasakan tokedku diremas-remas. Tubuhku jadi menggelinjang kecil ketika pentilku dijepit kuat oleh jarinya dan dipilin-pilin. napsuku kembali berkobar, maklum tadi ngilik ndiri belum tumtas soale.  Dia membuka kancing kemejaku 2 lagi dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang. Pentilku sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Matanya melotot melihat sepasang toked yang indah tersebut. “Besar juga toked kamu In. Cowok kamu pasti rajin nggarap toked kamu ya” ujarnya tersengal-sengal penuh nafsu. Aku bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangannya langsung mremas kedua tokedku kuat-kuat. jari-jarinya memutar-mutar bongkahan tokedku dan memilin-milin putingnya. "Om dah gak sabar ya". "Pemanasan dulu kan bole In". Dia membuka kancing celana 3/4 yang kukenakan, ritsluitingnya diturunkan, memekku yang berjembut di puncaknya terlihat.  “Buka paha kamu In” katanya sambil membuka paha putih mulusku. Jemarinya langsung menyusup masuk kedalem clanaku dan mremas gundukan montok tersebut.

“Aiieehhh…..Ahhhhh…” pekikku kaget. Dari selangkanganku seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuh. Apalagi dia tidak berhenti sampai mremas-remas saja, jari tengahnya langsung mengilik belahan bibir memekku dan langsung dikocok. “Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. “ Aku menggeliat-geliat keenakan, karena memekku yang sudah gatal karena garukan-garukan cepat jarinya. “dah banjir mem3k kamu In”. Jari tengahnya makin cepat mengocok memekku. aku mremas kuat bahunya dan kepalaku menggeleng-geleng resah “Auhh.. ahhh.. om… aahhhh…” rengekku campur horny. Dia menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari memekku. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan memekku, dia berkata, “ya udah, kita lanjutin dikamar ja ya. Bener kan, pantes napsu kamu besar banget, dikilik gitu ja dah klojotan, jembut kamu lebat gitu". "abis om pinter banget ngiliknya, ya Inez gak tahan lah digituin". "Palagi dikilik pake jari di selangkangan ya In". aku senyum sambil memukul bahunya pelan, "ih om".

Aku diseretnya masuk kamarnya, langsung aja dia memelukku dan mremas kembali tokedku dengan penuh napsu. "Aakkkhhh… ahhh…hmmppfffffffhhhhh..” desahku karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua pentilku. “kenyal sekali tokedmu In” ujarnya. Serangan tangannya semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemejaku, dan dengan leluasa mremas-remas melon putih dan kenyal tersebut. “Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…” desahku  keenakan, apalagi lidahnya menjilati leher jenjangku dengan liarnya. Dia segera melepas kemejaku. "Wuih, segernya", katanya sambil terus mremas tokedku. Dia kini pindah berlutut didepanku, dia sudah tidak tahan untuk mencaplok tokedku yang menggiurkan tersebut. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, dan mengemut ¼ tokedku dari ujung pentilnya. Kemudian dia menghisap kuat-kuat pentilku yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Aku semakin belingsatan tokedku diperlakukan seperti itu, karena tokedku sensitif banget. “Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…Shhhhhhhhh.. Enak banget om…” erangku tak tertahankan lagi. Menyadari aku makin terangsang, perlakuannya pada tokedku semakin menjadi-jadi. Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan tokedku yang putih.

Gelinjang tubuhku pun menjadi-jadi, dia melepaskan celana 3/4kudan terhenyak memandangi pahaku yang putih. Gundukan memekku mencembung dengan bulu hitam dibagian atasnya. "napsuin banget liat mem3k kamu In". aku bertelanjang bulat didepannya. “Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dientot ternyata” katanya sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela memekku yang sudah basah kuyup. Begitu jari tengahnya melesak sepenuhnya ke dalam lubang memekku, tubuhku langsung melengkung dan lenguh kenikmatankua terdengar "Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. disitu om.. benar disitu om.. kocok yang kenceng om…” pintaku penuh nafsu. Dengan senang hati dia memenuhi permintaanku. Jari tengahnya keluar masuk memekku dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit aku mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur memekku terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertamaku di hari itu meledak juga.

"OAAAAAAHHHHH…..AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..” lenguhku panjang sampai punggungku ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah kunanti dari tadi. Dia sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasmeku. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas pakeannya. Ketika aku mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, dia sudah hendak melepaskan cdnya. "kont0l om besar banget, panjang lagi". "Mangnya kont0l cowok kamu kecil ya In". "Besar si rasanya waktu pertama ngeliatnya, tapi dibanding kont0l om gak da apa2nya". "Yang gede lebi berasa In". "Muat gak ya om di mem3k Inez". "Ya muatlah, malah kamu bakal keenakan karena gesekan kont0l om ke mem3k kamu lebi brasa banget". Dia lalu menerkam dan menindih tubuhku di ranjang, lalu dengan buas melumat bibirku. Sambil menjilati leherku, tangannya dengan cepat mremas gundukan memekku. “Om …Aaahhhhhh…..Auhhhhhh…” ucapanku berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat. Cukup dengan beberapa kocokan saja, memekku sudah banjir kembali. “Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….” desahkui blingsatan karena memekku kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek itilku. Kontolnya yang hitam pekat langsung mengacung tegak.

Dia karena konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar pahaku. Sambil mengocok-ngocok pelan kontolnya, dia mulai mengarahkan palkonnya ke bibir memekku. Aku tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar kontolnya segera menghujam memekku. Dia langsung membenamkan dalam-dalam kontolnya ke dalam lobang kenikmatanku. Membuat aku agak tersedak dan melenguh pendek  “Heeggghhh..umhh..”. Dia langsung menyeringai puas “Aggghh.. rapat sekali mem3k kamu In..hahhhh”. Dia langsung menggenjotku dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatannya mengalahkan desahan erotisku yang mulai menikmati pompaan kontolnya di liang memekku. “Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya om... betul gitu om.. lebih cepat om.. ahhhh..” ceracau aku keenakan. Mendengar ceracauku yang mesum itu, dia semakin bringas. Tangannya mencengkram tokedku kuat-kuat, dan genjotan pinggulnya semakin tidak beraturan. “Hebat sekali kamu In. Belum pernah om ngrasakan mem3k senikmat kamu punya”. nafsuku makin menggelora. “Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……” lenguhku dalam kungkungan birahi. Aku merasa orgasmeku semakin mendekat. bibirku sudah dilumat olehnya.

"In, ganti posisi yuk", katanya tiba2 dan dia langsung mencabut kontolnya dari memekku. aku kecewa karena aku baru saja mulai mendaki gunung orgasmeku. "Kok dicabut om". "Iya ganti posisi biar lebi dalem lagi masuknya, kamu bakalan lebi nikmat lagi". Dia  langsung menyuruhku mengambil posisi doggy “Nungging deh yang, aku pengen nyodok kamu dari belakang”. Aku melakukannya dengan patuh. Kedua tanganku menahan body depan, kakiku tertekuk, pahaku terbuka selebar mungkin, dan pantat kutunggingkan. “Wow.. kamu emang napsuin In” ujarnya sambil menampar pantatku yang sekal dan bundar itu. “Ahhh.. “ aku  cuma mengerang pelan karena tamparannya. Tanpa berlama-lama, dia langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir memekku yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggulku, dia mulai menekan pinggulnya dalam-dalam. “Heeppp… masih sempit aja ni mem3k” ujarnya sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontolnya amblas, SLEPP… “Akkhhhhhh…. “ erangku agak keras. Sambil berusaha menoleh ke belakang, aku memohon “Ayo om, langsung dikocok..Mem3k Inez udah gatel banget nihh..” rengekku manja plus horny. Dia semakin bersemangat untuk menggenjotku dari belakang. Pantatnya dengan aktif mulai maju mundur, menghajar memekku dengan hujaman-hujaman kontolnya yang besar panjang. “Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. “ lenguhku. “Hmmppff.. enak banget… Gede banget kont0l om,masuknya dalem banget om...Gillaaaa…. aahhhhh..” aku semakin terbuai nafsu birahi. Akibat pompaannya, tubuhku terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokedku bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Dia yang tidak puas cuma mremas-remas pantatku, menggapaikan tangannya untuk meraih tokedku yang bergoyang bebas.

Sambil mremas-remas sepasang daging kenyal bundar, dia menceracau keenakan “Gillaa.. toked kamu besar In. Kamu demen kan kalo om remes-remes gini..”. Dia tak perlu jawaban langsung, karena lenguhanku yang semakin keras sudah menunjukkan betapa aku  juga menikmati setiap remasan di tokedku. Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuhku sudah menegang. Lenguhanku semakin keras “Ahhh.. ouuuggghhhh..  cepetin om.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..” Memenuhi requestku, dia meningkatkan RPMnya. Dan…….”OUUUUUUGGGGHHHHHH…….INEZ KELUAR.. AAAHHH…” jeritku sambil mengejan-ngejan. Dia merasakan ada semprotan pelan di kontolnya. Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan aku cooling down dan ambil nafas dulu.

“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget om..” ujarku dengan nafasnya masih tersengal-sengal. Dia pelan-pelan mencabut kontolnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja aku terpekik kecil ketika kontolnya dicabut. “Auh..kok dicabut om?” tanyaku kaget. Dia tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuhku sehingga terlentang. Tokedku yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibirnya. Sambil mremas-remas dengan kuat, putingku dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah olehnya. Libidoku langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di memekku kembali dengan lebih hebat. “SShhhhhh… hhmmppfffff… “ desisku keenakan karena tokedku sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat putingnya oleh dia. “Haahh.. hahh… om, Inez mau diatas ya” pintaku. “Hehe om emang pengen ngerasain goyangan kamu In”. Dia terlentang dan aku mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku. Tanpa kesulitan batang kont0l tersebut amblas langsung 3/4nya. “Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” erangku, mataku sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang besar tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding memekku yang licin. Aku langsung mulai menggoyang pinggulku dengan gerakan naik turun, sambil tanganku bertelekan di perut sixpacknya. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan kontolnya dengan dinding becek memekku. “HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…” desahku menikmati setiap sentuhan. Karena aku diatas, dengan mudah aku mengarahkan sentuhan-sentuhan kontolnya ke titik-titik yang aku suka. Sekarang kontolnya amblas seluruhnya, dan aku mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa…dia merasakan kontolnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas memekku. “Ahhh.. hhaaahhh…gillaa mem3k kamu enak bener In….” erangnya merem melek saking enaknya. Lebih cepat dari ronde pertama, aku sudah hampir mencapai orgasme lagi. Kontolnya menggesek-gesek tepat di titik g-spotku. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkanganku, membuat aku semakin blingsatan, goyanganku berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Dia yang tau aku akan mencapai orgasmeku lagi, mempercepatnya dengan mremas tokedku yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya aku merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang memekku, “OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH…Ouuhhhh….hmmmmppffffff…”  jeritku penuh kepuasan. Tubuhku bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari memekku dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksku berlalu, aku menjatuhkan diri di atas tubuhnya. Nafasku masih tersengal-sengal.

Dia yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu aku siap. Tangannya menggapai pantatku dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkanganku. Dia mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontolnya masih menancap dalam di memekku. Dia mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan kontolnya dengan memekku, ditingkahi oleh kecipak becek cairan memekku. “Ahh.. ahh om.. tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..” rengekku lemas. Tapi dia malah mempercepat kocokannya. Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di memekku cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkanganku. “HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. INEZ KELUAR LAGI OM” pekikku ketika mencapai orgasme lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan mremas pundak nya kencang-kencang. “Hahh.. hah…. Gila.. gila… Inez keluar lagii…” desahku lemas.

Dia bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang aku yang ditindih. “Om.. time out dulu..Inez nyaris pingsan om..” aku memohon dengan suara lemas. “In, om udah nanggung banget nih. Tahanin bentar lagi ya. Om udah mo keluar juga kok” katanya dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuanku, dia langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris. Kontolnya menghujam memekku tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding memek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, akumengalami orgasme yang entah untuk keberapa kali. “OM… INEZ YANG KLUARR  NEEHHHH…EEHHHHHHHHMMMMM..” teriakku penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuhnya.

Dia mencabut kontolnya, diiringi lelehan banjir cairan memekku. Dia langsung mengambil posisi di atas perutku dan menjepitkan kontolnya di sela-sela tokedku. Kedua telapak tangannya merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontolnya yang sudah hampir meledakkan peju. Kontolnya dikocok dengan cepat di sela-sela tokedku. "Ouuh..", lenguhnya kenikmatan. Tak sampai setengah menit, dia merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontolnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasmenyapun terjadi juga “OOOOOHHHH… ” lenguhnya keras. Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajahku. Dan diapun langsung terbaring lemas di sampingku.

Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Dia memiringkan badannya dan langsung menatapku. “Gimana In, nikmat kan?" "Banget om, tapi om kok ngecret diluar?". "Gak apa, kan masi ada ronde kedua, masi mau kan". "Banget om, tapi Inez istirahat dulu ya, om kuat banget ngentotnya, lama lagi, Inez lemes banget om". "Tapi nikmatnya juga banget kan". Aku cuma menggangguk tersenyum. "Kamu masi muda gini dah pinter banget muasin om". "Om puas ya ngentotin Inez". "Banget, mem3k kamu peret banget, empotannya krasa banget lagi". "Abis kont0l om gede banget si, kan mem3k Inez baru skali kemasukan kont0l segede kont0l om, ampe sesek banget deh rasanya kalo dah ambles smuanya". "Kamu nginep kan In, jadi kita bisa all nite long ni". Aku cuma senyum sambil memeluknya mesra.
»»  READMORE...